Kami di Pendidikan.Network
memang sangat mendukung perkembangan teknologi di bidang
pendidikan tetapi kami juga wajib untuk monitor
perkembangan teknologi dan cara melaksanakan dari sisi
keuntungan dan kemajuan mutu pendidikan secara rialistik
dan holistik. Apakah retorika
mengenai peran dan pentingnya teknologi pembelajaran dalam
kegiatan belajar / mengajar sesuai dengan kenyataan dan
keadaan di Indonesia?
"Ayo, Mengarah Ke Mutu Pembelajaran Yang Standar Dunia" (Teknologi Tepat Guna Adalah Solusinya, Bukan Pembelajaran Berbasis-ICT)
ICT adalah teknologi yang "Paling Tidak Tepat Guna" untuk Pendidikan Umum Yang Bermutu di Indonesia, kan? ICT dapat membunuh kreativitas, sangat terbatas oleh kekurangan infrastruktur, maupun biaya perawatan yang sangat mahal, banyak sekolah tidak dapat merawat sekolah saja, maupun ratusan komputer (puluhan juta secara nasional)....
Kalau membaca berita mengenai isu-isu di
surat kabar:
Puluhan ribu sekolah dalam keadaan
rusak atau ambruk termasuk 70% sekolah di DKI
Jakarta, 30.000 Desa Belum Teraliri
Listrik, dan 55 juta orang tidak memiliki "akses"
terhadap sumber air yang aman (Tiap Hari 5.000 Balita
Mati karena Diare) dan Korupsi Terjadi di Semua Level
Penyelenggara Pendidikan, dan UN Tidak Ciptakan Proses Belajar
Kreatif, dan kita perlu Setop Kurikulum Merugikan
Siswa, juga 70% Lulusan SMA Tanpa Keterampilan Cari
Kerja, dan Kemampuan Guru Harus
Ditingkatkan, dan Ribuan Anak Cacat Usia Sekolah Belum
Terlayani, dan Pendidikan Berkualitas Hanya untuk
Orang Berduit, dan .........
Jelas, kalau kita ingin membuat program
untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia kita
harus memastikan bahwa strategi-strategi yang
direncanakan menghadapi segala macam hal, dan yang di utamakan adalah kebutuhan dasar
untuk mengajar dan situasi yang nyaman dan aman di semua
sekolah (termasuk listrik/air).
Dengan rasio: "Sekarang Satu
Komputer Untuk 2.000 Siswa" dan "dari jumlah total yang
mencapai 200.000 sekolah, sekitar 182.500 sekolah
tingkat SD, SMP, dan SMA se-Indonesia belum terakses
internet", jelas TIK bukan solusinya sekarang, kan?
Komputer-komputer yang ada di sekolah-sekolah
umum belum cukup untuk belajar ilmu Teknologi Informasi
Komunikasi (TIK), apa lagi menggunakan TIK untuk
belajar.
"Internet Belum Dimanfaatkan Secara
Positif Oleh Pelajar" (Prof. DR.
Nurtain)
"PADANG--MI: Pakar pendidikan dari
Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. DR. Nurtain
mengatakan kini banyak pelajar dan mahasiswa yang tidak
memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi
internet untuk hal-hal positif namun lebih cenderung
hanya untuk menghabiskan waktu dan hal yang tidak
bermanfaat."
Prof. DR. Nurtain -
Salut Semoga kita dapat mulai
menggunakan anggaran pendidikan kita untuk hal yang
penting, seperti melatih guru-guru di lapangan mengenai
caranya menggunakan "Teknologi Yang Tepat
Guna"
Kelihatannya kita sudah
mulai sadar! Internet Masuk Sekolah -
Mengapa?
"Kita Kan Tetap Harus Berusaha Untuk
Mengikuti Perkembangan Dunia" (Web-Based
Learning)
"Skype di kelas bahasa
Inggris?" (Skype & Pembelajaran)
"Teknologi Pembelajaran Tepat Guna ::
Jaman Kini! " (Ayo! Menggunakan "Appropriate
Technology")
"E-Learning, Si TPers dan Peran
Teknologi Pembelajaran" (Tangan Kiri Vs Tangan
Kanan)
"Programmed learning, Kreativitas,
Inovasi, dan E-Learning" (E-Learning Dapat Membunuh
Kreativitas!)
"Mobile E-Learning Will Go Away" :
M-Learning? (Apa Peran M-Learning : Analysis Roger
Schank)
"Is the role of high-tech in
learning significant?" (Enquiry from our Facebook
group)
"E-Book Sering Disebut Sebagai Alat
Bantu" (Mengapa kita selalu mencari solusi yang
sulit?)
"Video Pendidikan Gratis Buat Para
Pendidik Di Seluruh Indonesia!" (Aduh - Televisi Di
Kelas Lagi?)
"Perbedaan Pendidikan Ilmu Komputer
dengan Pendidikan Guru TIK" (Re: R Indra
Firmansyah)
"Kuliah Bersama di Widya
Telewicara" (Teleconferencing : Aduh - Teknologi
Lagi)
"Apakah Kebijakan terhadap TIK (ICT)
di Sekolah Mengancam Perkembangan
Pendidikan?" (Wooo..... Na ini
betul bahaya!)
"Appropriate Technology For
Sustainable National Education
Development" (Konsep-Konsep Untuk Pentaloka
Nasional)
"Learning and the Changing Needs of
The 21st Century" (North Central Regional
Education Laboratory)
"Mengaktifkan Siswa Dalam Belajar ::
Pembelajaran Aktif" (Terjemahan - Akhmad
Sudrajat 3 April 2010)
"Teknologi Pembelajaran Untuk Masa
Kini / Masa Depan" (Ilmuwan Teknologi Pembelajaran
Profesional)
'Menyanyi "Membela Yang Benar" Untuk
Teknologi Pembelajaran' (Kita Harus
Berjuang.....)
"14 Tips Menggunakan Internet Secara
Cerdas" (Pak Heru Sutadi)
"Apakah Teknologi Pembelajaran Adalah
Solusinya?"
"Dunia Pendidikan Terhadap Gagasan
Kewirausahaan"
Membahas Isu-Isu Teknologi
Pendidikan Di Facebook Kami
Bagaimana dengan mutu pendidikan di
negara-negara yang sudah memiliki fasilitas teknologi
pendidikan canggih? Misalnya; Australia dan U.S.A.
"Much of the recent media attention on higher
education has focused on allegations about the declining
quality of the educational experience, including claims
of ‘soft-marking’, declining academic standards and the
‘dumbing down’ of courses" (Department of Education, Australia).
"Australia needs nothing less than a
revolution in education - a substantial and sustained
increase in the quantity of our investment, and the
quality of our education," Mr Rudd says in the paper.
"This is required at every level of education from early
childhood to mature age." (The Australian, January 23, 2007).
"The Declining Quality of Mathematics
Education in the US" (Jedidiah Jan 26 08 2007)
"Mathematics education seems to be very subject to
passing trends - surprisingly more so than many other
subjects. The most notorious are, of course, the rise of
New Math in the 60s and 70s, and the corresponding
backlash against it in the late 70s and 80s. It turns
out that mathematics education, at least in the US, is
now subject to a new trend, and it doesn't appear to be
a good one."
"A study released Thursday
(December 16, 2005) by the U.S. Department of Education
shows that only 25% of college graduates were
“proficiently literate,” that is, “using printed and
written information to function in society, to achieve
one’s goals, and to develop one’s knowledge and
potential.” The results show a dramatic decline from
1992, the last year surveyed prior to this study. “This
seems like another piece of hard evidence, a fairly
clear indication, that the ‘value added’ that higher
education gave to students didn’t improve, and maybe
declined, over this period,” said Charles Miller, the
former University of Texas regent who is heading the
U.S. education secretary’s Commission on the Future of
Higher Education." (Fighting Stupidity)
Kalau mutu pendidikan di negara maju
dapat menurun walapun teknologi yang digunakan di bidang
pendidikan sudah canggih sekali, mengapa Indonesia dapat
percaya bahwa solusi pendidikan adalah teknologi
pendidikan canggih? Tidak masuk akal kan?
Teknologi dapat digunakan, tetapi hanya akan betul bermanfaat setelah
Ilmu Teknologi Pembelajaran dan cara menggunakan teknologi
di bidang pendidikan sudah dipaham oleh manajemen
pendidikan kita maupun guru.
Beberapa Isu Penting:
- How did the brilliant minds who created the
technologies learn?
- Who are the real driving forces behind education
technology?
- Education Technology is Big Business! How
significant should the roles of Marketers and
Technologists be in Learning Institution decision
making?
- What would be the future of Education Technology
Departments in universities if we decided tomorrow
that the contribution from education technology was
not significant?
- Where can we find unbiased information?
- Are students really learning more effectively? Evidence?
- Every time we teach we need to ask do we need education
technology?
Kalau anda
berharap bahwa e-Learning adalah solusinya untuk
meningkatkan mutu pendidikan umum di Indonesia sekarang
ini - sebaiknya berpikir lagi! Pembelajaran di
kelas yang bermutu di sekolah adalah solusi
utama!
Perspektif Efektivitas
Sekolah
"Sepertinya anda anti teknologi
untuk pendidikan ya?"
Implementasi teknologi di bidang
pendidikan perlu diintegrasikan ke dalam perencanaan
(master plan) terhadap semua aspek pengembangan
pendidikan secara seimbang (bukan secara proyek).
Sering pengumuman yang muncul di media mengenai
teknologi di arena pendidikan kelihatannya kurang
menilaikan penelitian dan pengalaman di dunia
pendidikan. Kasus-kasus teknologi dan pendidikan
tertentu kelihatannya juga diankat sebagai solusi
umum.
Memang kita wajib untuk mencari
solusi yang kreatif, tetapi kita juga wajib untuk
belajar dari pengalaman-pengalaman yang ada di dunia
supaya kita tidak hanya mengulangkan kegagalan negara
lain.
Kita Sangat Perlu
Penelitian
Apakah, karena makin banyak
siswa-siswi sekarang main Internet di warnet
daripada menggunakan waktunya di rumah untuk
mengulang pelajaran dari sekolah dan mengerjakan
PRnya ini sebagai salah satu sebabnya hasil
dari Ujian Nasional (UN)
kelihatannya menjadi lebih buruk? Kita perlu
tahu! |
Teknologi pembelajaran, misalnya;
Whiteboard-Elektronik, OHP, Video, Televisi, e-Learning,
Internet, dll, selalu mutu akhirnya 100% tergantung
mutu content dan proses pengajaran. Teknologi
sendiri hanya sebagai medium. Kalau berhasil atau
gagal tergantung content dan proses pengajaran, bukan
teknologinya.
Sebaiknya pemerintah tetap fokus untuk
meningkatkan hal-hal mutu pendidikan di sekolah. Masih banyak masalah yang sangat
dasar di tingkat sekolah.
Pendidikan Berbasis-Guru yang Mampu dan
Sejahtera, di Sekolah yang Bermutu, dengan Kurikulum
yang Sesuai dengan Kebutuhan Siswa-Siswi dan "Well
Balanced" (seimbang, dengan banyak macam
keterampilan termasuk teknologi), yang
Diimplementasikan secara PAKEM adalah solusi
utama untuk menyiapkan anak-anak kita untuk menghadapi
tantangan-tantangan masa depan.
Ayo
Pak MenDikNas, Mari kita
berjuang bersama untuk meningkatkan semua aspek
pendidikan supaya menjaminkan pendidikan yang
bermutu untuk semua...
Anggaran Pendidikan
20% - Bersih Tanpa Korupsi dan MarkUp
... Mohon perhatian isu-isu di
lapangan!
"Bambang Sudibyo menambahkan, adanya
fasilitas ICT akan mampu memperbaiki akses pendidikan
yang bermutu, yang selama ini sulit diakses oleh mereka
yang bermukim di kawasan terpencil." (ANTARA News).
Maaf Pak, maksudnya "akses
pendidikan yang bermutu" yang mana, di mana? Mohon
memberi tahu Pak!
Kami
sedang mencari sumber-sumber bahan pelajaran dan bahan
pengajaran di Internet untuk anak-anak dan guru. Mohon
mengirim link-link ke DataBase Kami di bagian "Situs Bahan Pelajaran" atau
"Situs Bahan Pengajaran" Webmaster
.

Televisi Pendidikan
 Beasiswa2 /
Scholarships
 Mencari Data & Informasi
Pendidikan
F.A.Q.
Dibuat 3 September,
2008 Copyright © 2008-2010
|