Coding Javascript Untuk Pembelajaran Baris dan Deret

Pembelajaran di era terkini mengarah pada integrasi antar mata pelajaran.  Beberapa model pembelajaran seperti Problem Based Learning, Project Base Learning, dimaksudkan salah satunya adalah untuk menghubungkan antar pengetahuan berbeda untuk diterapkan secara bersama dan untuk memecahkan masalah (problem solving). Salah satu bentuk pembelajaran yang mulai dikenalkan adalah STEM, menggabungkan sains, teknologi, enjinering (rekayasa) dan matematika.

Contoh sederhana bagaimana mengintegrasikan pembelajaran matematika dengan coding/pemrograman komputer, yang merupakan bagian dari ilmu engineering/rekayasa. Dalam pemrograman komputer, perintah untuk melakukan langkah berulang-ulang merupakan salahsatu kemampuan yang menjadi keunggulan. Dalam hal ini kemampuan komputer dapat dikaitkan dengan topik pembelajaran baris dan deret dalam matematika.

Berikut ini contoh skrip kode Javascript yang dapat kita gunakan untuk membangkitkan barisan bilangan dengan aturan tertentu yang dapat kita ubah sesuai keinginan.

<script>
a=1;
b=100;
step=1;
for (i=a;i<=b;i=i+step)
{
document.writeln(i+”: “);
document.writeln(U(i));
document.writeln(“<br>”);
}

function U(n)
{
return n**2+1;
}
</script>

 

Kode program ini dapat dicoba di editor online berikut.

Penjelasan dari program di atas adalah: variabel a adalah nilai awal, variabel b adalah nilai akhir, variabel step adalah inkremen/langkah. Aturan dari barisan bilangan ini dimasukkan dalam sebuah fungsi yang dipanggil berulang-ulang dan menuliskan hasilnya dituliskan di layar. Pada contoh di atas ditambahkan kode <br> untuk menambahkan ganti baris.

Fungsi U adalah fungsi yang didalamnya adalah aturan pembentukan dari baris dengan parameter yang dimasukkan adalah n. Dalam contoh di atas aturannya adalah n kuadrat ditambah 1. Fungsi akan dipanggil dengan format U(n), dimana n adalah suku, misalnya suku ke 7 dipanggil dengan U(7).

Dalam pembelajaran, siswa dapat belajar mengenali pola dan mencoba bereksplorasi dengan pola-pola sendiri dengan mengubah kode yang ada dengan mengubah nilai variabel dalam program tersebut. Pembelajaran dapat dilakukan dengan berbagai variasi, misalnya diberikan pola untuk dikenali aturannya lalu diminta membuat programnya, atau diberikan aturan kemudian diminta membuat programnya, atau siswa bebas memilih aturan kemudian dibuat programnya lalu mereka diminta mempresentasikan hasilnya. Akan lebih efektif jika tugas diberikan dalam tim/kelompok.

Untuk contoh di atas masih berupa barisan bilangan, untuk menghitung deret bilangan tambahkan variabel misalnya bernama total. Pada awal program sebelum perulangan for, berikan nilai 0 ke variabel ini untuk inisialisasi.

total=0;

Untuk mengisikan nilai total ini tambahkan baris berikut di dalam perulangan for

total=total+U(i);

Meskipun pembelajaran seperti belum dapat dikatakan menerapkan STEM secara utuh, namun dengan cara seperti ini cukup memberikan wawasan akan pentingnya integrasi antar keilmuan yang mana akan memantapkan pemahaman maupun memberikan wawasan tentang kemungkina  aplikasi/penerapan suatu keilmuan untuk dapat membantu persoalan yang nyata.

Klik SUKA di FB Page Teknologi Pembelajaran

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *